Biaya hidup di Prancis ketika sudah bukan pelajar

Beberapa tahun lalu di postingan ini, saya menulis mengenai rincian biaya yang saya keluarkan ketika masih pelajar yang kebetulan saya berkesempatan tinggal di 3 kota yang berbeda: tahun pertama di Brest, tahun kedua semester ganjil di Rennes, hingga menghabiskan semester terakhir dengan magang di perusahaan di Caen.

Ketika sudah bekerja full time di Prancis, apakah biaya hidup di Prancis menjadi tidak seberapa? Belum tentu! Jadi yang pernah saya paparkan di postingan sebelumnya merupakan biaya hidup pelajar yang ternyata jauh berbeda dengan biaya hidup pegawai. Ketika sudah berstatus pegawai, biaya hidup bisa melunjak menjadi dua kali lipat. Loh, kok bisa sih!? Yuk mari kita rinci apa yang bikin pengeluaran membengkak ketika sudah berstatus salarié (pekerja).

Tempat tinggal – udah gak boleh nyewa résidence universitaire

Sebagai pelajar tentunya kita berhak tinggal di asrama kampus seperti CROUS. Memang sih terkadang ada pelajar yang tinggal di private residence juga yang tentunya . Tinggal di asrama kampus ini sangat menunjang biaya sewa tempat tinggal yang jauh lebih murah. Kalau sudah bekerja, pilihannya hanya menyewa private appartement langsung ke pemilik (propriétaire) maupun melewati agen yang tentunya lebih mahal. Kalau di asrama kampus harga sewa bulanan sudah all included dengan listrik, internet, dsb, kita harus bersiap membayar printilan-printilan ekstra diluar bayar sewa tempat tinggal yang sebelumnya seperti:

  • Langganan listrik bulanan sekitar 25-40€ per bulan tergantung tipe tempat tinggal
  • Langganan bulanan internet box, TV dan telepon (ADSL atau fibre) sekitar 30-50€ per bulan
  • Regularisasi meteran air kalau lebih dari kuota yang sudah included di dalam sewa bulanan

Gak dapet CAF lagi

CAF – bantuan subsidi sewa tempat tinggal yang diberikan kepada pelajar, tentunya tidak berlaku lagi ketika kita bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup baik. Rata-rata, gaji lulusan Master yang telah bekerja full time selama lebih dari setahun sudah tidak berhak menerima subsidi sewa tempat tinggal.

Pajak tempat tinggal – Taxe d’habitation

Tempat tinggal juga dipajakin. Walaupun kita cuman nyewa. Yes, you heard just right! Pajak ini ditagih setahun sekali di alamat tempat tinggal yang kita sewa pada tanggal 1 Januari pada tahun tersebut. Jadi walaupun kita pindah tempat tinggal beberapa kali dalam setahun, hanya ditagih sekali. Nah, besar pajak ini sebenernya tergantung banyak hal mulai dari kekecean lokasi daerah yang kita sewa, tipe apartemen juga pendapatan kita. Namun dari pengalaman pribadi saya, jumlah yang ditagih tidak jauh berbeda dari sekali bayar harga sewa bulanan. Jadi kalau saya sewa 800€ per bulan, kira-kira saya bakal ditagih pajak 800€ untuk tahun itu yang dibayar di tahun berikutnya. Namun ada kabar gembira sejak tahun lalu 2018, pajak mulai dikurangi sebesar 30%. Tahun 2019 ini rencananya akan dikurangin lagi hingga 66%.

Pajak penghasilan – Impôt sur le revenu

Ketika menerima gaji bersih bulanan, potongan gaji kotor yang dikurangi berbagai macam potongan kontribusi pegawai (cotisations salariales) yang biasanya terdiri dari asuransi kesehatan, potongan pensiun, asuransi pengangguran, potongan securité sociale CSG (semacam BPJS-nya Indonesia), potongan kontribusi terhadap hutang sosial CDSR, dan berbagai potongan lain tergantung dari status kepegawaian kita.

Awal tahun 2019 ini, pajak penghasilan sudah mulai dipotong langsung dari gaji. Sebelumnya, kita bayar pajak penghasilan belakangan ditagih untuk pendapatan tahun sebelumnya. Jumlah pajak penghasilan ini tidak hanya dihitung dari pendapatan kita, namun juga situasi masing-masing orang. Misal, single atau berkeluarga, apakah punya tanggungan anak atau orang tua, dan sebagainya. Jika nanti setelah deklarasi berbagai macam beban dan tanggunan didapati bahwa kita kelebihan bayar pajak, uang kita akan dikembalikan. Kalau pengalaman saya, potongan pajak penghasilan biasanya diambil sekitar 7% dari gaji bersih.

Hilang seluruh benefit pelajar – Carte d’étudiante

Setelah bukan lagi pelajar, saya baru sadar akan banyaknya keuntungan memiliki carte d’étudiante atau kartu pelajar. Bayar masuk berbagai tempat wisata jauh lebih murah bisa hampir setengahnya. Harga abonemen transportasi, harga beli sandwich, makan subway, dan sejenisnya bisa dapet potongan dengan kartu pelajar. Apalagi kalau kita pelajar dan berusia kurang dari 26 tahun, gak hanya di negara Prancis, di beberapa negara Eropa lain pun juga bisa dapet banyak keuntungan beli tiket masuk berbagai tempat wisata.

2 thoughts on “Biaya hidup di Prancis ketika sudah bukan pelajar

Leave a Reply to akhlis Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.