5 hari mengunjungi Granada, Cordoba dan Sevilla

Spanyol bagian selatan adalah salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi para muslim, menurut saya. Peninggalan sejarah Islam selama kurang lebih 7 abad sangat terlihat dari berbagai arsitektur tempat wisata di beberapa kota di bagian selatan Spanyol ini. 5 hari 4 malam menurut saya adalah durasi yang sangat ideal agar bisa langsung mengunjungi 3 kota yang memiliki tempat-tempat wisata yang kental akan sejarah Islam. Bersama 2 orang teman, kami pergi ketika pertengahan bulan Maret dan walaupun masih awal musim semi, cuacanya hangat namun tidak terlalu panas sekitar 20an derajat. Sementara di Paris, masih suhu udara musim dingin. Musim panas di Spanyol terkenal cukup panas bisa sampai 40 derajat, jadi menurut saya bulan Maret sampai Mei adalah periode ideal untuk jalan-jalan di Spanyol.

Tiket yang saya beli untuk pergi Paris > Granada dan pulang dari Sevilla > Paris seharga 115€ bolak balik dengan pesawat Vueling (low cost-nya Spanyol).

Hari ke-1 Menyusuri kota Granada

Durasi ideal untuk mengunjungi kota Granada adalah 2 hari. Jadi kami berada disini 2 hari satu malam menginap di LemonRock Hostel. Tempatnya lumayan bersih dan saya tinggal di dorm khusus wanita dengan 4 bed. Harganya sekitar 16€ jadi tidak terlalu mahal. Letak hostel ini cukup dekat dengan kota serta tempat-tempat wisata bisa dikunjungi dengan jalan kaki. Hari pertama kami manfaatkan dengan mengeksplor kota Granada seperti Plaza Nueva, Royal Chapel, dan lain-lain. Setelah makan di restoran untuk mencoba menu khas Spanyol yaitu Paëlla, kami jalan mendaki menuju Sacromonte, yang terletak di lereng bukit di seberangnya Alhambra. Letak Sacromonte yang tinggi ini membuat kita bisa melihat pemandangan gunung-gunung, kastil Alhambra serta kota Granada dari atas. Waktu paling tepat untuk ke Sacromonte ini adalah ketika matahari mau tenggelam karena warna langit dan kastil Alhambra ini indah sekali.

Hari ke-2 Mengeksplor distrik Albaicin dan kastil Alhambra

Pagi hari, kami mulai berjalan dari hostel menyusuri daerah Albaicin yang kebetulan ada beberapa spot shootingnya Kdrama Memories of Alhambra. Di area ini, kita bisa menyusuri jalanan sempit yang banyak spot foto bagus sepanjang Calle Caldereria Nueva dan Calle Puente Espinosa. Mirip seperti Sacromonte, ada spot viewpoint di sebuah lereng bukit sangat terkenal bernama Mirador San Nicolas yang sangat indah didatangi ketika sunset untuk memandang Alhambra dan kota Granada. Kami juga mendaki sebuah bukit untuk melihat San Miguel Alto Shrine, sebuah gereja hermitage yang juga merupakan spot indah untuk melihat pemandangan kota.

Penampakan Alhambra dari puncak Mirador San Nicolas

Siangnya, kami mengunjugi tujuan wisata yang pasti didatangi siapapun ke Granada yaitu Alhambra, sebuah istana sekaligus benteng yang dibuat awalnya pada abad ke-9 namun hancur dan dibangun kembali pada pertengahan abad 13 oleh raja dinasti Emir. Tiket masuk istana Alhambra ini cepat sekali sold out-nya. Rumornya harus membeli tiket masuk beberapa bulan sebelum. Nah, di website resminya ini, kita harus memilih jam-jam tertentu untuk memasuki Nasrid palace (salah satu istana di dalam Alhambra). Kebetulan waktu itu, saya telat booking sehingga semua jadwal di bulan Maret sudah penuh. Alhamdulillah nemu website travel tour dimana kita bisa reservasi group tour dengan tour guide yang sudah include tiket masuk Alhambra. Yah, memang harganya lebih mahal sekitar 49€ per orang. Kalau beli tiket resminya langsung hanya sekita 19€. Namun saya gak terlalu nyesel sih, karena guide nya sangat asik dan menjelaskan seluruh sudut Alhambra dengan menarik, banyak banget wawasan yang saya dapetin dibanding mengeksplor tempatnya tanpa guide.

Hari ke-3 Mengunjungi kota Cordoba

Kota Cordoba agak sedikit lebih kecil dibanding Granada, sehingga kami hanya merencanakan satu hari. Disini ada Alcazar yang merupakan tipikal kastil Moorish yang dibangun antara abad 8 hingga 15, berhubung masuknya bayar dan Alcazar yang ada di Sevilla terlihat lebih bagus (kata rekomendasi) jadi kita gak kesini. Tujuan utama saya adalah mesjid-katedral atau disebut dengan Mezquita-Catédral de Cordoba yang mana sebuah bangunan gabungan antara mesjid dan gereja. Tiket masuknya sebesar 10€. Awal bangunan ini merupakan Basilica Visigoth, sebelum dihancurkan dan dibangun mesjid pada abad ke-8 oleh Abd-al-Rahman. Pada abad ke-13 diubah menjadi katedral ketika kembali ditaklukan oleh kerajaan katolik.

Hari ke-4 dan 5 Mengunjungi kota Sevilla

Di Sevilla ini, ada juga sebuah istana royal bernama Real Alcázar de Sevilla yang sampai saat ini masih digunakan oleh keluarga royal untuk tempat tinggal mereka. Awalnya, istana royal ini merupakan benteng Moorish pada abad ke-10 oleh khalifah Andalusia pertama. Konstruksi Alcazar yang kita kunjungi sekarang ini dibangun mulai dari abad ke-14. Istana ini sangat besar dengan ruangan yang sangat banyak di dua lantai dan belasan taman yang juga sangat luas. Antrian masuknya cukup panjang, jadi saya menyarankan membeli tiket terlebih dahulu di website resminya ini agar tidak perlu ikut antrian beli tiket. Di websitenya ini tercantum pilihan jam masuknya dan kita boleh masuk paling cepat 15 menit sebelum jam yang tertera di tiket.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.