Kesan pesan mengunjungi Belarus tanpa visa

Walaupun sudah 9 tahun di Prancis, tapi saya tidak terlalu *ngeh dengan sebuah negara yang bernama Belarus, sampai perusahaan saya yang baru ini ternyata memiliki cabang di Belarus. Kebetulan saya dikirim untuk keperluan kerjaan di kantor cabang di Minsk, ibukota Belarus selama seminggu. Barulah ketika itu saya mulai mencari tahu mengenai negara yang ternyata nyempil di bawah Rusia. Tadinya saya bersiap mengurus keperluan visa namun ternyata negara Indonesia termasuk dalam list negara yang bebas visa jika kita mendarat di Minsk selamas 5 hari kerja (weekend gak termasuk).

Minsk – ibu kota terbersih yang pernah saya kunjungi

Kesan pertama yang saya dapatkan setelah mendarat di airport Minsk dan naik taxi ke tengah kota menuju hotel adalah kebersihan ibukotanya yang luar biasa. Dari 20++ negara yang pernah saya kunjungi, Minsk sangat bersih, suasananya tenang dan tata kotanya yang tidak terlalu padat membuat udaranya segar. Beda dengan impresi mainstream sebuah ibukota yang biasanya padat, pengap, berisik dan berpolusi.

Transportasi murah

Transportasi publik yang bisa digunakan di Minsk adalah bus, tram dan metro. Harga sekali naik adalah sekitar 0,6~0,65 belarusian ruble atau sekitar 4000 rupiah. Ketika disana, saya juga lebih sering naik Uber kemana-mana karena harganya pun murah tak seperti di Eropa.

Makanannya enak-enak dan harga terjangkau

Saya biasanya gak terlalu suka dengan makanan-makanan khas eropa, namun menurut saya makanan Belarus pas dengan lidah orang Indonesia. Tak seperti di Prancis atau beberapa negara eropa lainnya, banyak menu-menu sop di Belarus, yang biasa dimakan ketika musim panas maupun musim dingin. Harganya juga murah-murah. Misalkan di Prancis harga satu menu KFC sekitar 7€ ~ 100 ribu rupiah, di Belarus bisa 2€ ~ 30 ribu lebih murah. Makanan yang wajib dicoba adalah draniki, sejenis potato pancake dan sorrel soup dari daun sorrel.

Orang-orangnya ?

Yang saya senangi dari trip kali ini adalah berkat temanya yang business trip, saya berkesempatan untuk bekerja di kantor cabang bersama orang-orang Minsk selama beberapa hari. Mendapat kesempatan untuk berbaur bersama orang lokal ketika mengunjungi negara liburan sangat menarik sehingga saya lebih mengenal budaya Belarus dari berinteraksi bersama orang-orangnya. Kesan saya terhadap orang-orang Belarus adalah helpful, baik dan dibandingkan dengan orang Prancis menurut saya gak terlalu judgy. Seperti misalnya nih ketika kita makan siang di sebuah kantin restoran tak jauh dari kantor, saya sangat berhati-hati dalam memilih makanan karena banyak yang pakai babi dan tulisan nama menunya pun dalam bahasa Rusia saja. Saya menunjuk satu-satu makanan dan menanyakan isinya apa saja sebelum memilih. Nah, mirip dengan di Prancis, orang-orang Belarus juga tidak terlalu bisa bahasa Inggris sehingga agak sulit dalam menyampaikan maksud dan memahami satu sama lain ketika saya kebanyakan nanya. Bedanya, kalau di Prancis orang-orangnya udah pada ketus dan sering gak sabaran melayani pertanyaan bahasa Inggris, di Belarus orang-orangnya sabar memberikan penjelasan bahkan ketika dia gak yakin dengan pertanyaan saya, dia bela-belain nyamperin teman pelayan yang lain untuk memastikan apa yang saya cari.

One thought on “Kesan pesan mengunjungi Belarus tanpa visa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.