Perjalanan singkat ke London

Seminggu meninggalkan kuliah alias bolos buat nemenin papa konferensi di London tapi buat saya namanya jalan-jalan. Banyak yang terlewatkan khususnya quiz pertama mata kuliah Antena yang menakutkan. Tapi banyak juga pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan yang lalu.

Berangkat sabtu pagi tanggal 1 September 2007 dengan 8 jam perjalanan menuju Abu Dhabi. Fyuhh… Begitu sampai disana jam 01.00 A.M dengan suhu 33 derajat. Lebih panas dari Jakarta dan Balikpapan. Hal pertama kali yang terfikir begitu masuk airport Abu Dhabi adalah .. unik! Sama sekali gak modern, sama sekali gak mewah, tetapi seluruh arsitektur gedungnya menggunakan arsitektur mesjid dengan kubah tinggi dengan desain sederhana. Mana ada Winnie the Pooh super gede disini.

Winnie the Pooh di kubah abu dhabi airport

Ternyata disini, akhwat-akhwatnya banyak yang berjubah hitam panjang dan bercadar, pemandangan yang mungkin kalau di Indonesia gak biasa. Tapi disini udah biasa. Padahal kotanya sangat panas dan lebih memungkinkan orang-orang disana berpakaian minim. As expected of Moslem Country.. Ketika berwudhu di kamar mandi melihat para perempuan bercadar membuka cadarnya, ternyata pada cantik-cantik putih banget.

Sampai di London Minggu jam 9.00 A.M di Heathrow Airport 😦 dengan suhu udara tidak lebih dari 15 derajat. Bedanya dengan di Abu Dhabi, suhu disini jauuh lebih dingin tapi justru lebih banyak yang berpakaian super minim. 😉

Ada beberapa hal yang baru yang berbeda dari Indonesia namun keren dari London..

Banyak taman di pusat kotanya

Walaupun London adalah ibu kota dari sebuah negara besar, banyak sekali taman yang tersebar luas di sepanjang pusat kota. Pohon-pohon besar pun banyak, padahal istilahnya kota besar. Disini, pagi-pagi biasanya udah banyak banget orang-orang yang berolahraga, jogging, main rollerblade, bersepeda atau bahkan menggelar tikar di taman untuk belajar maupun bercengkrama. 😀

Berbeda dengan di Indonesia yang sulit sekali menemukan taman, area hijau, apalagi taman untuk publik di kota besar. ^_^

Eskalator : berdiri di sebelah kiri – berjalan di sebelah kanan

Semua eskalator disini menggunakan peraturan tak tertulis yang kalau mau berdiri saja di sebelah kiri tapi kalau mau sambil berjalan karena terburu-buru harus lewat di sebelah kanan. Kebanyakan negara-negara maju udah nerapin sistem seperti ini.

Bis shuttle

Alat transportasi umum disini yaitu bis (kalau di Indonesia seperti angkot deh). Bedanya, disini tersusun secara sistematis. Bis hanya turun di halte-halte tertentu sehingga jarang terjadi kemacetan. Rute dapat dibaca dengan jelas di setiap halte dan turis-turis seperti kami pun bisa nyari tau tujuan dengan mudah tanpa perlu banyak tanya sama orang.

rapih kan...
Tuh kan rapih gak pakai serobotann 😉

Kereta api bawah tanah

Kereta underground adalah transportasi kedua yang digunakan disini. Ternyata, kereta underground sudah ada sejak 100 tahunan yang lalu. Sudahkah kita berfikir berapa tahun Indonesia tertinggal…?!?!..^_^

Jembatan penyebrangan bawah tanah

Dengan adanya kereta api underground, kebanyakan lorong penyeberangan juga dibuat melalui bawah tanah. Yap, 100 tahun yang lalu mereka udah menyadari kalau orang-orang lebih senang menyeberang lewat bawah tanah daripada naik tangga ke atas seperti di Indonesia. Capek hehehe

Tenaga kerja mahal

Saking mahalnya biaya tenaga kerja disini, hampir tidak ada yang namanya, tukang parkir, tempat penitipan barang, babysitter, penunggu loket KA atau bis. Semunya sudah digital dan pakai alat.

4 thoughts on “Perjalanan singkat ke London

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.